Perkembangan permainan bola voli yang terus mengalami kemajuan, telah semakin banyak merebut minat para pecinta olahraga di dunia. Setelah berhasil memperkenalkan permainan bola voli ke seluruh lapisan masyarakat Amerika Serikat, permainan bola voli-pun semakin melebarkan sayapnya ke negara-negara di luar
Amerika. Pada tahun 1900, Kanada telah menjadi negara asing pertama yang mengadopsi permainan bola voli tersebut. Penyebaran permainan bola voli ini pun terus berlanjut ke negara-negera yang lain. Brazil, Rusia, China, Asia, dan Eropa merupakan wadah-wadah di mana permainan bola voli menjadi sebuah olahraga yang sangat populer.
Strategi
Strategi adalah salah satu faktor terpenting yang memiliki pengaruh besar dalam setiap aktivitas kehidupan. Begitu juga pada olahraga permainan bola voli, strategi menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan. Setiap kali akan melakukan sebuah pertandingan, setiap tim pasti sudah terlebih dahulu mempersiapkan strategi mereka masing-masing. Bahkan, strategi juga selalu digunakan dalam setiap pertandingan latihan. Strategi merupakan rancangan langkah-langkah yang sudah diprogram atau direncanakan, yang akan dilakukan ketika mengikuti sebuah pertandingan.
SPESIALISASI PEMAIN
Pada setiap tim bola voli, ada 5
posisi yang wajib diisi oleh pemain. Sesuai dengan posisi tersebut,
maka setiap pemain memiliki peran yang harus dijalankan masing-masing.
Meskipun pada dasarnya setiap pemain harus mampu memainkan peran pada
setiap posisi, namun masing-masing pemain memiliki spesifikasi
tersendiri. Ke-5 posisi yang terdapat pada permainan bola voli tersebut
adalah setter, left side hitter atau outside hitter, middle hitter atau
middle blocker, right side hitter, dan libero.
Setter
Setter
adalah pemain yang dispesialisasikan untuk mengatur bentuk penyerangan.
Bola kedua setelah pass akan di set oleh setter, kemudian ia akan
menempatkan bola di udara agar dapat di spike oleh attacker. Dengan
demikian, setter dan attacker harus mampu menciptakan kerjasama dengan
baik. Setter harus memiliki kualitas yang bagus dalam menyesuaikan arah
dan tinggi bola yang akan di spike. Selain itu, setter haruslah seorang
pemain yang lincah dan mampu bergerak dengan cepat di area permainan.
Libero
Jika kita memperhatikan sebuah
pertandingan bola voli, maka pada setiap tim kita akan melihat seorang
pemain yang menggunakan seragam yang berbeda dengan semua pemain di
timnya. Pemain dengan seragam yang berbeda itulah yang disebut dengan
libero. Dalam bahasa Italia, libero mempunyai arti “bebas”. Sesuai
dengan nama tersebut, maka libero adalah pemain yang dapat secara bebas
mengambil alih peran pemain yang lain. Namun, dalam sebuah pertandingan,
libero tidak boleh memiliki dua posisi atau berganti posisi. Seorang
pemain yang telah diposisikan sebagai libero, tidak boleh berganti
posisi menjadi spiker atau yang lain dalam sebuah pertandingan. Meskipun
ia dapat mengambil alih peran pemain-pemain yang lain, namun posisinya
adalah tetap sebagai seorang libero sampai pertandingan berakhir.
Pada dasarnya, libero bertugas
untuk menerima serangan-serangan (spikes) yang dilakukan oleh attacker
tim lawan. Berdasarkan fungsi utama tersebut, maka seorang libero tidak
harus memiliki postur tubuh yang tinggi seperti pemain yang lain. Hal
ini karena seorang libero tidak bermain di area yang dekat dengan net.
Yang paling ditekankan bagi seorang libero adalah kualitas pass yang
baik, memiliki kecepatan gerak yang tinggi, dan tentu saja harus
memiliki stamina yang baik.
Blocker
tengah (Middle Bolcker) atau spiker tengah (Middle Hitter) Middle
blocker adalah pemain yang pada dasarnya bertugas menahan serangan
attacker dari tim lawan. Namun, Middle blocker ini juga dapat bertugas
sebagai seorang spiker. Biasanya, Middle blocker ini melakukan spike
berupa quick hit.
Spiker luar (Outside hitter)
Outside
hitter adalah seorang attacker yang melakukan spike dari sisi kiri
lapangan. Disebut “Outside hitter”, karena ketika hendak melakukan
spike, pemain ini biasanya selalu mengambil awalan dari luar garis
samping lapangan.
Spiker Kanan (Right Side Hitter)
Right spike hitter adalah lawan
dari Outside hitter. Pemain ini menempati posisi yang berlawanan dengan
Outside hitter, yaitu di sebelah kanan. Spike-pun dilakukan dari sebelah
kanan. Biasanya, Right side hitter adalah salah seorang pemain yang
paling banyak melakukan spike dalam sebuah pertandingan bola voli
dibandingkan dengan pemain-pemain yang lain.
FORMASI
4-2, 6-2, dan 5-1 adalah tiga
macam formasi standar yang dikenal dalam permainan bola voli. Untuk
pertandingan pada kelas pemula, biasanya menggunakan formasi yang
pertama, yaitu formasi 4-2. Sedangkan pada permainan kelas tinggi,
biasanya menggunakan formasi 5-1. Angka-angka tersebut mengarah pada
jumlah pemain yang akan berperan sebagai spiker dan setter.
Formasi 4-2
Yang dimaksud dengan formasi 4-2
adalah, pada tim tersebut terdapat empat orang pemain yang akan
berperan sebagai spiker, dan 2 orang lainnya akan berperan sebagai
setter. Pada formasi ini, setter biasanya akan melakukan set dari posisi
tengah depan lapangan. Meskipun demikian, kadang setter juga melakukan
set dari posisi depan sebelah kanan lapangan. Dengan menggunakan formasi
ini, maka sebuah tim akan selalu memiliki dua orang spiker pada bagian
depan.
Formasi 6-2
Pada formasi 6-2 ini, ke-6
pemain dapat berperan sebagai spiker. Dan pada saat yang sama, dua dari
enam pemain tersebut juga dapat berperan sebagai setter. Intinya,
formasi 6-2 ini sama dengan formasi 4-2, yaitu akan sama-sama memiliki 4
orang pemain yang berperan sebagai spiker dan 2 orang pemain sebagai
setter. Perbedaannya, yang berperan sebagai setter pada formasi 6-2 ini
adalah pemain yang berada pada barisan belakang. Pemain belakang akan
masuk ke depan untuk menjadi setter.
Formasi 5-1
Pada formasi 5-1, hanya ada satu
orang pemain yang akan bertindak sebagai setter. Ketika setter berada
di posisi depan (baris depan), makan tim tersebut akan memiliki 2 orang
pemain yang akan berperan sebagai spiker. Sedangkan ketika setter berada
di barisan belakang,maka tim tersebut akan memiliki 3 orang pemain yang
akan berperan sebagai spiker.
Servis
Tehnik dasar pertama yang
dikenal dalam permainan bola voli adalah tehnik melakukan servis. Secara
sederhana, tehnik servis pada bola voli adalah pemain berdiri di
belakang garis belakang lapangan, melemparkan bola ke udara, kemudian
memukul bola tersebut ke arah lapangan atau area lawan. Meskipun
terdengar sederhana, namun pada pelaksanaan tehnik ini juga ada beberapa
hal yang harus menjdi perhatian. Tujuan melakukan servis adalah
semaksimal mungkin mengarahkan dan menjatuhkan bola pada area lawan yang
kosong atau terlihat lemah, sehingga tidak dapat diterima oleh tim
lawan. Atau, mengarahkan bola ke area lawan dengan keras dan kecepatan
yang tinggi, sehingga tim lawan tidak mampu menahan atau
mengendalikannya, dan diharapkan bola tersebut akan keluar lapangan
setelah tersentuh pemain lawan. Maka untuk memaksimalkan hasil dari
servis tersebut, seorang pemain yang melakukan servis tentunya harus
mampu mengatur arah dan kecepatan bola, sehingga tim lawan akan
kesulitan untuk menerima, menahan, maupun mengendalikan servis tersebut.
Ketika bola yang diservis
tersebut mendarat ke area lawan secara langsung (tanpa menyentuh pemain
lawan), maka servis tersebut biasa disebut dengan “ace”. Sebutan
tersebut juga berlaku untuk servis yang keluar lapangan, setelah
terlebih dahulu menyentuh salah seorang pemain dari tim lawan.
Seiring dengan perjalanannya
yang terus exist di dunia olahraga, saat ini tehnik servis juga telah
mengalami banyak perkembangan. Tehnik servis dalam permainan bola voli
telah berkembang menjadi 9 macam, yaitu:
Underhand dan Overhand Serve (Servis atas dan servis bawah)
Underhand serve adalah melakukan
servis atau memukul bola dari bawah, yaitu pada ketinggian sekitar area
pinggang pemain. Underhand serve ini merupakan salah satu tehnik servis
yang termudah, dan juga sebagai salah satu servis yang sangat mudah
diterima oleh tim lawan. Maka dari itu, tehnik Underhand serve ini
jarang sekali digunakan pada kejuaraan tingkat tinggi. Sedangkan
Overhand serve adalah tehnik servis yang dilakukan dari atas, yaitu
dengan cara melemparkan bola ke udara kemudian memukulnya setelah bola
tersebut kembali turun mencapai ketinggian di atas bahu pemain.
Sky Ball Serve
Sky ball seve adalah sejenis
tehnik servis underhand yang biasa dipergunakan dalam permainan bola
voli pantai. Dalam Sky ball serve, hasil pemukulan bola (servis) dibuat
melambung sangat tinggi, dan kemudian bola tersebut akan turun kembali
dengan gerakan yang hampir membentuk garis lurus. Tim bola voli pantai
Brazil-lah yang telah menciptakan dan menggunakan tehnik servis ini pada
awal tahun 1980-an. Saat ini, jenis tehnik servis tersebut sudah
dianggap sangat kuno, sehingga sangat jarang dipergunakan lagi.
Line dan Cross_Court serve
Untuk membedakan kedua jenis
servis ini dapat dilihat dari arah gerakan bola yang menyeberang ke area
lawan. Dalam hal ini, arah gerakan bola dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu menyilang dan lurus sejajar dengan garis memanjang pada lapangan
bola voli.
Top Spin
Top Spin merupakan salah satu
jenis Underhand serve. Dalam tehnik servis ini, bola yang dipukul
mengenai bagian telapak tangan sekaligus pergelangan tangan. Dengan
tehnik ini, bola akan melesat ke area lawan dengan berputar. Putaran
tersebut akan membuat bola melesat dan jatuh ke area lawan dengan cepat,
tajam, dan keras.
Floater
Tehnik servis Floater dapat
dilakukan dengan cara melompat maupun hanya dengan berdiri saja. Pada
jenis tehnik Overhand serve ini, bola yang dipukul tidak berputar.
Servis akan melesat ke area lawan tanpa gerakan berputar pada bola.
Meskipun demikian, tehnik servis ini akan menghasilkan gerakan bola yang
tidak dapat diprediksi oleh tim lawan.
Jump Serve
Tehnik Jump serve ini adalah
salah satu jenis tehnik servis yang paling populer dan paling banyak
digunakan di kalangan tim bola voli tingkat perguruan tinggi maupun
profesional. Tehnik Jump serve ini juga masih termasuk dalam kategori
tehnik Overhand serve. Pemain yang akan melakukan Jump serve akan
melempar bola tinggi ke udara, setelah sebelumnya melakukan persiapan di
luar garis belakang lapangan. Setelah itu, pemain melakukan langkah
pendekatan (penyesuaian) terhadap bola yang sedang bergerak turun,
kemudian ia akan melompat dan memukul bola tersebut dengan keras. Tehnik
Jump serve ini akan menghasilkan servis dengan gerakan bola yang
berputar, sangat cepat, keras, dan tajam. Hal inilah yang membuat tehnik
servis ini menjadi sangat populer di kalangan para pemain bola voli.
Jump Float
Salah satu jenis servis yang
juga populer di kalangan pemain bola voli tingkat perguruan tinggi dan
profesional adalah Jump float. Tehnik Jump float ini hampir sama dengan
tehnik Jump serve dan floater. Pada tehnik ini, pemain akan melempar
bola ke udara dengan ketinggian yang lebih rendah dari tehnik Top spin
jump serve. Sedangkan kontak dengan bola (pemukulan) tetap dilakukan di
udara. Tehnik ini akan menghasilkan servis dengan arah bola yang tidak
dapat diprediksi oleh tim lawan. Hal itulah yang membuat tehnik servis
ini menjadi lebih populer dan banyak digunakan pada kalangan perguruan
tinggi dan profesional.
Round-House Serve
Pada tehnik Round-House serve,
pemain yang akan melakukan servis berdiri di luar garis belakan
lapangan, dengan posisi salah satu bahu menghadap ke arah net. Setelah
itu, bola dilempar tinggi ke udara dan dipukul dengan menggunakan
gerakan lengan yang berputar dengan cepat. Pemukulan pada bola dilakukan
dengan menggunakan telapak tangan. Hal ini akan memberikan hasil servis
dengan putaran bola yang tinggi.
Hybrid Serve
Salah
satu kategori tehnik Overhand serve yang lain adalah Hybrid serve. Pada
dasarnya, tehnik Hybrid serve sama dengan tehnik Top spin serve. Tehnik
Hybrid serve ini juga akan menghasilkan servis dengan arah gerakan yang
sangat sulit untuk diprediksi oleh tim lawan.
Passing
Salah satu tehnik dasar dan
vital yang lain, yang juga wajib dikuasai oleh setiap pemain bola voli
adalah tehnik pass. Tanpa adanya penguasaan tehnik pass yang baik, maka
sebuah tim tidak akan mampu menghadapi pertandingan dengan baik. Karena,
pass adalah langkah awal yang akan menentukan kemampuan sebuah tim
untuk bertahan dan melakukan penyerangan. Dengan adanya penguasaan
tehnik pass yang baik, maka seorang setter akan lebih mudah dalam
menyesuaikan arah dan tinggi bola yang akan diset. Dengan demikian, sang
attacker-pun akan dapat melakukan spike secara maksimal.
Dengan kata lain, pass juga
biasa dikenal dengan sebutan “reception”, yaitu sebuah usaha tim dalam
rangka menerima, menahan, dan mengendalikan servis atau segala bentuk
penyerangan yang dilakukan oleh tim lawan. Pass yang baik, bukanlah pass
yang hanya mampu mencegah bola agar tidak jatuh atau menyentuh area
timnya, tetapi juga harus mampu mencapai posisi setter dengan arah yang
tepat, serta dengan gerakan dan kecepatan yang stabil. Dengan demikian,
sang setter dan attacker akan mampu menciptakan berbagai variasi
serangan dengan mudah.
Sebenarnya, tehnik pass ini
dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tehnik Underarm pass (passing
bawah) dan Overhand pass (passing atas). Underarm pass atau yang juga
biasa dikenal dengan sebutan bump, dilakukan dengan menggabungkan kedua
lengan bawah menjadi satu, dengan arah lurus ke depan. Bola yang jatuh
akan mengenai kedua lengan bawah pada bagian dalam. Tehnik ini dilakukan
dengan posisi yang rendah, yaitu dengan ketinggian sekitar batas
pinggang pemain. Sedangkan Overhand pass adalah tehnik pass yang
dilakukan dengan menggunakan ujung jemari tangan, seperti ketika
melakukan set. Tehnik ini dilakukan pada posisi di atas kepala.
Menyerang
Salah satu faktor yang sangat
mempengaruhi kalah atau menangnya sebuah tim bola voli dalam sebuah
pertandingan adalah kualitas dan kuantitas penyerangannya. Attack atau
yang lebih akrab dengan sebutan spike, adalah sebuah tehnik pukulan atau
serangan yang bertujuan agar bola dapat mendarat di area lawan, tanpa
bisa di block (ditahan). Menyerang atau spike dalam permainan bola voli
merupakan pukulan ketiga dari sebuah tim. Pukulan pertama biasa
dilakukan dengan pass, pukulan yang kedua dilakukan dengan tehnik set
oleh setter, dan pukulan ketiga adalah spike. Dalam tehnik spike ini,
seorang spiker (penyerang) harus memperhatikan empat langkah dasar dalam
melakukan spike, yaitu awalan (apprvoach), lompatan, ayunan pukulan
pada bola di udara, dan posisi mendarat.
Pemukulan bola pada saat
melakukan spike dilakukan di udara, yang idealnya adalah ketika sang
attacker berada pada puncak lompatan. Ketika akan melakukan kontak
dengan bola, pemain mengangkat tangannya setinggi mungkin sampai di atas
kepalanya. Ketika melakukan pukulan, spiker mengayunkan lengannya dan
memukulkan telapak tangannya sekeras mungkin ke arah bola yang sedang
melayang tersebut. Melakukan pemukulanpun harus diperhitungkan arahnya,
sehingga tidak mudah diprediksi oleh tim lawan.
“Bounce”, adalah sebuah istilah
yang terdapat dalam permainan bola voli, tepatnya sebuah istilah dalam
penyerangan. Bounce adalah sebutan untuk jenis spike yang sangat keras,
tajam, dan langsung jatuh ke lapangan lawan tanpa menyentuh salah
seorang pemain dari tim lawannya. Setelah menyentuh lantai lapangan
lawan, bola tersebut kemudian terpantul dan melambung tinggi lagi ke
udara, inilah yang biasa disebut dengan istilah “Bounce”.
Berikut ini adalah beberapa tehnik yang dapat dipelajari untuk melakukan spike:
Awalan
Tehnik awalan pada permainan
bola voli ini terdiri dari dua langkah, yaitu langkah persiapan dan
langkah tolakan. Pada langkah persiapan, seorang spiker berdiri dengan
salah satu kaki berada di belakang kaki yang lain. Dalam hal ini, pemain
memiliki kebebasan untuk menentukan kaki mana yang akan berada di
belakang dan di depan, dan dapat disesuaikan dengan kenyamanan pemain
itu sendiri. Setelah itu, spiker melangkahkan kaki satu langkah ke
depan, dan diikuti dengan ayunan kedua lengan ke arah belakang. Pada
posisi ini, posisi badan berangsur-angsur membungkuk untuk membantu
memperkuat tolakan. Dalam tehnik awalan ini, biasanya seorang spiker
cukup menggunakan dua hingga empat langkah saja.
Langkah
kaki selanjutnya merupakan langkah tolakan, yaitu melangkahkan kaki
lagi hingga kedua telapak kaki berada pada posisi yang hampir sejajar
(salah satu kaki berada agak sedikit ke depan dari kaki yang lain untuk
menghentikan gerakan ke arah depan dan sebagai persiapan untuk melakukan
lompatan). Ayunkan kedua lengan ke arah belakang atas semaksimal
mungkin, kaki ditekuk dan badan bersiap untuk melompat. Pada posisi ini,
berat badan lebih banyak berpusat pada kaki yang terdapat di posisi
depan.
Lompatan
Gerakan melompat dapat dilakukan
dengan menggunakan hentakan tumit dan jari kaki pada lantai, gerakan
ini juga disertai dengan ayunan kedua lengan ke arah depan atas pada
saat kaki melakukan dorongan ke atas.
Memukul Bola
Ketika berada di udara, jarak
antara bola dengan spiker adalah sepanjang jangkauan lengan yang akan
digunakan untuk memukul bola. Tarik lengan ke arah belakang kepala,
kemudian pukulkan kearah depan sepanjang jangkauan tangan hingga
mengenai bola secepat dan sekeras mungkin. Pemukulan bola yang benar,
telapak tangan akan mengenai bola tepat pada bagian tengah bola. Pada
saat menyentuh bola, pergelangan tangan juga dihentakkan ke depan untuk
menambah kekuatan pemukulan. Sedangkan posisi jemari tangan pada saat
melakukan pukulan adalah dalam keadaan menutup permukaan bola.
Setelah melakukan pukulan,
tangan dan badan melakukan gerakan membungkuk. Ketika melakukan tehnik
spike ini, seorang spiker harus mampu menjaga keseimbangan tubuhnya
dengan baik pada saat berada di udara.
Mendarat
Pendaratan setelah melakukan
lompatan spike dilakukan dengan kedua kaki yang mengeper (tidak kaku
atau tegang). Usahakan mendarat dengan jari-jari kaki atau telapak kaki
bagian depan terlebih dahulu, dengan posisi badan membungkuk ke arah
depan. Untuk meredam perkenaan kaki dengan lantai, maka ketika mendarat
usahakan dengan sikap lutut yang lentur (tidak kaku atau tegang). Dan
yang terakhir adalah, usahakan semaksimal mungkin untuk mendaratkan
kedua telapak kaki pada tempat yang tidak terlalu jauh dengan tempat
yang digunakan untuk melakukan lompatan.
Pada permainan bola voli
sekarang, ada beberapa jenis tehnik menyerang yang telah diperkenalkan.
Berikut ini adalah beberapa tehnik menyerang dalam permainan bola voli
yang telah berkembang pada saat ini:
Backcourt/Backrow
Tehnik spike Backcourt atau
Backrow ini juga biasa disebut dengan Pipe attack. Tehnik ini adalah
salah satu jenis spike yang biasa dilakukan oleh pemain pada barisan
belakang (pemain belakang). Karena spike ini dilakukan oleh pemain
belakang, maka pelaksanaannya tidak boleh dilakukan dari depan garis 3
meter. Untuk melakukan spike ini, pemain belakang harus melakukannya
dari belakang garis 3 meter sebelum menyentuh bola. Meskipun demikian,
pemain tetap dapat melakukan pendaratan di depan garis 3 meter.
Line and Cross-Court Shot
Kedua jenis tehnik spike ini
dibedakan berdasarkan pada arah bola yang melesat ke area lawan, apakah
menyilang (menyudut) atau lurus sejajar dengan garis samping lapangan.
Pada tehnik ini dikenal istilah “cut shot”, yaitu tehnik Cross-cut shot
yang dilakukan dengan arah yang sangat menyudut sehingga bola mendarat
dekat sekali dengan garis 3 meter.
Dip/Dink/Tip/Cheat
Dapat dikatakan bahwa tehnik
menyerang yang satu ini merupakan sebuah serangan dalam bentuk gerakan
tipuan. Biasanya pemain akan melakukan gerakan seolah-olah akan
melakukan spike, namun ternyata pemain tersebut tidak melakukan pukulan
keras sama sekali. Pemain tersebut biasanya hanya melakukan pukulan
lembut atau bahkan hanya melakukan sedikit sentuhan saja. Sentuhan atau
pukulan lembut yang diawali dengan gerakan spike tersebut diharapkan
dapat mengecoh tim lawan, sehingga bola dapat mendarat di lapangan lawan
yang perthanannya sedang lemah.
Tool/Wipe/Block-abuse
Pada tehnik ini, pemain juga
tidak berusaha untuk melakukan sebuah spike yang keras. Tehnik ini juga
dapat dikatakan sebagai salah satu tehnik tipuan dalam permainan bola
voli. Biasanya, pemain hanya akan melakukan pukulan yang lembut ke arah
block lawan. Dengan demikian, diharapkan bola tersebut dapat memantul
dari block dan jatuh ke dalam area lawan.
Off-speed hit
Pada tehnik inipun tidak terlalu
jauh berbeda, karena pemain juga tidak melakukan pukulan yang keras
pada bola. Dan pada dasarnya, tehnik ini juga digunakan untuk mengecoh
pertahanan lawan saja.
Quick hit/One
Quick hit merupakan salah satu
jenis spike cepat yang dilakukan oleh blocker tengah. Dalam tehnik ini,
setter akan menempatkan bola hanya sedikit berada di atas net. Blocker
tengah melakukan awalan untuk melakukan spike sebelum setter menyentuh
bola. Kemudian melompat dan langsung menyerang bola dengan sangat cepat,
segera setelah bola terlepas dari tangan setter. Tehnik Quick hit ini
merupakan salah satu tehnik penyerangan yang sangat efektif dalam
permainan bola voli.
Slide
Salah satu variasi serangan yang
diadopsi dari tehnik Quick hit adalah Slide. Pada tehnik Slide ini,
setter akan melakukan back set rendah. Blocker tengah akan bergerak
berputar ke belakang setter dan langsung menyambut bola dengan pukulan
yang sangat cepat, seperti pada Quick hit.
Double quick hit/Stack/Tandem
Salah satu tehnik variasi spike
yang lain adalah Double quick hit. Ini juga merupakan salah satu tehnik
spike dengan gerakan tipuan yang terdapat pada permainan bola voli. Pada
tehnik ini, salah seorang pemukul bola berada di depan setter, kemudian
seorang pemukul yang lainnya berada di belakang setter tersebut.
Terkadang, kedua pemukul tersebut juga berada di depan setter, kemudian
keduanya melompat dan melakukan gerakan spike secara bersamaan. Gerakan
tersebut hanyalah gerakan tipuan yang digunakan untuk mengecoh blocker
lawan. Karena, spike yang sebenarnya akan dilakukan oleh spiker pada
posisi 4. Dengan gerakan tipuan tersebut, kemungkinan besar spiker pada
posisi 4 akan dapat melakukan penyerangan dari area belakang tanpa satu
block-pun yang menghalangi.
Blokir
Tehnik dasar yang lain, yang
terdapat dalam permainan bola voli adalah Block. Tehnik ini digunakan
untuk menahan serangan yang dilakukan oleh tim lawan. Pertahanan dalam
tehnik block dapat berupa menahan serangan lawan agar bola yang di-spike
oleh pemain dari tim lawan tidak mampu menyeberangi net dan tetap
berada di area lawan. Atau pertahanan yang berupa memperlambat gerakan
bola yang telah di-spike oleh pemain dari tim lawan, sehingga gerakannya
menjadi lebih lambat dan lebih mudah untuk di kendalikan. Sebagai salah
satu tehnik pertahanan yang sangat dibutuhkan dalam permainan bola
voli, maka sebaiknya setiap pemain harus mampu menguasai tehnik ini
dengan baik.
Untuk melakukan tehnik block,
pemain berdiri dengan menggunakan kedua kaki dalam posisi yang sejajar.
Pada saat yang sama, kedua tangan diletakkan di depan dada, dengan
posisi telapak tangan mengahadap ke arah net dan dengan jari-jari
terbuka (dikembangkan) selebar mungkin. Untuk melakukan lompatan yang
maksimal, lutut ditekuk lebih dalam dengan posisi badan agak condong ke
arah depan. Setelah itu, lakukan lompatan dengan menggunakan kekuatan
kedua kaki. Pada saat melakukan lompatan, kedua tangan diayunkan lurus
ke arah atas secara bersamaan. Agar pertahanan block dapat dilakukan
secara meluas, maka jari-jari tangan sebaiknya dibuka ketika melakukan
block. Posisi jari-jari yang terbuka ini akan semakin mempersempit jalur
penyeberangan bola melewati net, sehingga akan memaksimalkan fungsi
block.
Ketika spiker dari tim lawan
memukul bola, maka blocker yang sudah berada dalam posisi melayang di
udara segera menghadapakan kedua tangannya ke arah bola tersebut dan
berusaha untuk menguasai bola. Sewaktu tangan melakukan kontak dengan
bola, pergelangan tangan menekan dari arah atas ke depan bawah. Pada
saat yang sama, jari-jari kedua tangan sebaiknya ditegangkan agar dapat
menahan tekanan bola dengan kuat. Block yang baik adalah block yang
ketika bola belum dipukul, tangan blocker sudah berada dalam posisi
mengurung bola. Setelah melakukan kontak (block) dengan bola, maka
blocker-pun mendarat kembali ke lantai dengan menggunakan kedua kaki,
dan dengan lutut yang lentur.
Untuk melakukan block yang baik,
blocker juga harus mampu memprediksi ke arah mana kira-kira spiker tim
lawan akan mengarahkan bola.
Bentuk Pelanggaran
Pukulan ketiga pada bola harus
dapat mengarah dan melewati net ke area lawan. Jika setelah dipukul
sebanyak tiga kali namun bola masih belum berpindah ke area lawan, maka
hal ini dianggap sebagai sebuah pelanggaran.
Setiap pemain hanya diizinkan
menyentuh bola sebanyak satu kali, sebelum dioper ke pemain lain. Jika
seorang pemain menyentuh bola lebih dari sekali sebelum bola tersebut
dioper ke pemain lain (secara sengaja maupun tidak), maka hal ini
dianggap sebagai sebuah pelanggaran. Menyentuh bola ketika melakukan
block tidak dihitung sebagai pukulan, maka pemain yang menyentuh bola
ketika melakukan block tersebut masih diizinkan secara langsung untuk
menyentuh atau memukul bola yang terlontar dari block-nya.
Pelanggaran yang lain adalah penggunaan waktu lebih dari 8 detik ketika melakukan servis.
Jika pemain memegang,
mengangkat, atau membawa bola (menyentuh bola dalam waktu yang lama,
bukan memukulnya), maka hal ini dianggap sebagai sebuah pelanggaran.
Spike yang dilakukan oleh pemain
pada baris belakang, sementara bola berada tepat di atas net akan
dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran. Hal ini dapat dilakukan jika
pemain tersebut melompat dari belakang garis penyerangan (garis 3
meter), dalam hal ini pemain diperbolehkan untuk mendarat di depan garis
penyerangan.
Memukul bola yang masih terdapat di area lawan dinyatakan sebagai sebuah kesalahan.
Menyentuh net dengan salah satu
bagian tubuh ( kecuali rambut), ketika permainan sedang berlangsung akan
dinyatakan sebagai pelanggaran.
Pelanggaran yang lain adalah
ketika bola mendarat (jatuh) di luar area tim yang sama, yaitu tim yang
terakhir menyentuh bola tersebut.
Jika dalam sebuah tim tidak ada
yang menerima, menahan, atau mengendalikan bola yang dioper dari pihak
lawan, maka hal tersebut dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran. Kejadian
semacam ini, biasanya terjadi akibat adanya sebuah kesalahpahaman antar
pemain yang sama-sama berada di dekat lokasi jatuhnya bola.
Pelanggaran yang terkadang juga
dilakukan oleh seorang pemain voli adalah melakukan block atau spike
pada bola yang belum melewati net secara sempurna, ketika tim lawan
melakukan servis.
Tindakan lain yang dianggap
sebagai sebuah kesalahan adalah ketika pemain pada baris belakang
bergabung melakukan block dengan pemain pada baris depan.
Jika pemain depan dari tim
server melompat, melakukan gerakan block, atau saling berdiri berdekatan
ketika salah seorang pemain dari timnya melakukan servis dengan tujuan
untuk menghalangi pandangan tim lawan, maka hal ini juga dinyatakan
sebagai sebuah pelanggaran. Tim tersebut akan mendapat peringatan dari
pihak wasit.
Pelanggaran yang lain adalah
posisi kaki pemain yang berada di dalam garis lapangan, atau menginjak
garis belakang lapangan ketika melakukan servis (sebelum bola melewati
net).
Seorang libero hanya dapat
bermain di baris belakang. Jika ia melakukan block atau spike pada bola
yang berada tepat di atas net, maka hal tersebut akan dinyatakan sebagai
sebuah pelanggaran.
Kesalahan posisi pemain ketika
melakukan servis akan dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran. Namun,
setelah servis dilakukan maka pemain dapat mengatur posisi mereka
berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan.
Adanya perkelahian secara fisik
di antara pemain satu tim maupun dengan pemain dari tim lawan akan
dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran.
Bola Volly
Sesuai dengan namanya, “Bola
Voli”, maka bola merupakan salah satu perlengkapan yang paling vital
dalam permainan ini. Bola standar yang digunakan dalam permainan bola
voli ini biasanya terbuat dari bahan kulit. Selain dengan menggunakan
bahan kulit asli, pembuatan bola biasanya juga menggunakan bahan kulit
buatan. Bola tersebut kemudian diisi dengan udara (dipompa). Persyaratan
bola yang standar ini sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh
FIVB (Fédération Internationale de Volleyball), sebuah Federasi Bola
Voli Internasional yang menangani hal-hal yang berhubungan dengan
olahraga permainan bola voli. Selain menetapkan peraturan-peraturan
permainan bola voli, FIVB juga mengatur penyelenggaraan
pertandingan-pertandingan bola voli yang berskala internasional. FIVB
berkantor pusat di Lausanne, Switzerland, dan mulai berdiri pada tahun
1947 di kota Paris, Prancis. Berikut ini adalah peraturan yang
dikeluarkan oleh FIVB mengenai penggunaan bola standar dalam permainan
bola voli :
Bola tersebut memiliki keliling lingkaran 65 hingga 67 cm, dengan berat 260 hingga 280 gram.
Tekanan dalam dari bola tersebut hendaknya sekitar 0.30 hingga 0.325 kg/cm2 (4.26-4.61 psi, 294.3-318.82 mbar atau hPa).
Bola tersebut memiliki keliling lingkaran 65 hingga 67 cm, dengan berat 260 hingga 280 gram.
Tekanan dalam dari bola tersebut hendaknya sekitar 0.30 hingga 0.325 kg/cm2 (4.26-4.61 psi, 294.3-318.82 mbar atau hPa).
LIbero
Sejak pertamakali libero
diperkenalkan pada permainan bolavoli tahun 1997, banyak reaksi yang
muncul ada yang setuju dan ada yang tidak. Masing-masing kelompok
mengajukan berbagai macam argumentasi mulai dari yang irasional maupun
yang rasional. Bagi yang alergi perubahan dan hanya mengedapankan pada
sikap emosional, kehadiran libero dipandang sebagai sesuatu bentuk
kegagalan dalam pembinaan yang tidak dapat memberikan seluruh
dasar-dasar teknik kepada setiap pemain sampai pada tingkat mahir.
Sedangkan bagi kelompok yang
selalu menginginkan adanya inovasi,kehadiran libero dalam permainan
bolavoli merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu agar permainan menjadi
lebih menarik dan lebih dapat memainkan mosi bagi para penonton karena
penonton disuguhi permainan tingkat tinggi dengan waktu reli yang
relatip lebih lama. Tanpa perlu mendukung yang kontra maupun pro, sejak
keberadaan pemain libero diatur dalam peraturan resmi FIVB tahun 2001 –
2004 pada bab 6 pasal 20 ayat 1, 2 dan 3, mau tidak mau, suka tidak
suka, komunitas bolavoli di seluruh dunia harus menerima dan
menjalankannya.
Penggunaan libero secara resmi
pada kompetisi yang diselenggarakan oleh PP PBVSI adalah ketika livoli
di gelar untuk yang pertamakalinya tahun 1999. Sedangkan untuk tim
nasional pertama kali menerapkan libero pada kejuaraan Asia Pasific di
Fukuoka tahun 1999 yang dilanjutkan di Tehran,Iran pada Kejuaraan Asia.
Sedangkan pada tahun 1998 pada Asian Games di Thailand Indonesia
merupakan satu-satunya peserta yang belum penggunakan libero. Namun
demikian mulai sejak diperkenalkan hingga saat ini, fungsi libero dalam
setiap kejuaraan yang dilangsungkan di Indonesia (kecuali pada Proliga
dan Livoli) belum seperti yang diharapkan. Hal ini terbukti dengan
sering dijumpainya pemain yang ditunjuk sebagai libero merupakan pemain
yang memiliki kualitas teknik paling rendah dibandingkan dengan
keseluruhan anggota tim.
Dengan
demikian kehadirian libero di dalam tim itu hanya sebagai pelengkap atau
pemanis sehingga tidak pernah difungsikan atau dimainkan ketika timnya
sedang bertanding. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelatih dan
seluruh komponen pada tim itu belum sepenuhnya mengerti dan memahami
akan makna serta fungsi kehadiran libero dalam sebuah tim.
Ketika bolavoli berubah dari
aktivitas olahraga rekreatif menjadi olahraga kompetitif, semua orang
menyadari bahwa serangan dalam permainan bolavoli lebih dominan
dibandingkan dengan pertahanan. Untuk itu diperlukan usaha-usaha agar
dominasi serangan dapat diseimbangkan dengan pertahanan, caranya adalah
dengan mengubah peralatan dan peraturan permainan dengan tujuan untuk
meningkatkan kualitas pertahanan sehingga permainan akan menjadi lebih
menarik. Namun demikian usaha untuk meningkatkan pertahanan dalam
pelaksanaan perkembangannya akan selalu tertinggal dibandingkan dengan
tingkat kemajuan pada penyerangan.
Hal ini disebabkan serangan
merupakan salah satu teknik yang paling menarik dalam permainan
bolavoli. Sehingga pelatih dan atlet akan selalu berusaha untuk
mengembangkan teknik serangan dengan tanpa didasari adanya rasa bosan
dalam melakukannya. Disamping itu tingkat perkembangan serangan akan
berjalan linier terhadap peningkatan kualitas biomotor atlet akibat
meningkatnya kualitas latihan beban (weight training).
Penggunaan pemain libero yang
berfungsi sebagai pemain bertahan memiliki tujuan utama untuk
meningkatkan kualitas pertahanan baik pada saat menerima servis maupun
pada saat bertahan terhadap smes yang dilakukan oleh lawan. Pada bab
enam pasal 20.3.1.2. dijelaskan bahwa peran pemain libero terbatas
sebagai pemain baris belakang dan tidak diizinkan untuk melakukan
serangan dari manapun termasuk di lapangan permainan dan daerah bebas,
jika pada saat kontak dengan bola, seluruh ketinggian bola lebih tinggi
dari permukaaan net. Disamping itu pada pasal 20.3.1.3. dijelaskan
pemain libero tidak diperkenankan untuk serve, blok, atau mencoba untuk
memblok. Sedangkan pada pasal 20.3.1.4. mengatur bagaimana pemain lain
tidak diperkenankan untuk melakukan pukulan serang di atas net bila bola
berasal dari pass atas pemain libero di daerah serang.
Bola dapat dengan bebas
diserang, jika libero melakukan tindakan yang sama dari belakang daerah
serang. Dari peraturan-peraturan tersebut menunjukkan bahwa peran pemain
libero memang disetting sebagai pemain
bertahan
atau dengan kata lain untuk meningkatkan pertahanan. Dengan
meningkatnya pertahanan, persentase serangan juga akan menjadi meningkat
dan kombinasi serangan akan menjadi lebih beragam. Pada permainan
bolavoli modern, dimana servis banyak dilakukan dengan cara melompat
atau hampir menyerupai dengan teknik smes, maka lintasan bola akan
sangat dipengaruhi oleh kerasnya pukulan dan cepatnya putaran bola.
Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa untuk mencari receiver terbaik
dalam sebuah kejuaraan lebih sulit dibandingkan mencari smasher terbaik.
Mengingat teknik pasing sangat mengandalkan ketepatan penempatan posisi
badan terhadap bola dan tingginya rasa gerak, maka diperlukan pemain
yang memiliki keterampilan untuk memainkan bola tersebut. Keuntungan
lain dengan menggunakan libero adalah bahwa pergantian yang dilakukan
tidak tercatat secara resmi sebagai pergantian. Libero bebas
menggantikan siapa saja dan kapan saja dengan catatan diantara
pergantian tersebut minimal harus diselang dengan satu kali reli. Oleh
karena itu merupakan kerugian yang sangat besar bila ada tim yang tidak
mengoptimalkan libero dalam setiap pertandingan yang dilakukan. Selama
pelaksanaan proliga belum pernah ada kasus-kasus spesifik yang
menyangkut libero. Namun demikian bila libero sewaktu dalam pertandingan
mengalami cedera. pelatih dapat menunjuk pemain lain untuk menjadi
libero pada sisa pertandingan tersebut dan libero yang cedera tidak
dapat masuk kembali untuk bermain pada sisa pertandingan itu.
Dari sedikit uraian tersebut
dapat ditarik kesimpulan bahwa libero dalam permainan bolavoli
diperlukan agar efektivitas pertahanan menjadi lebih meningkat, sehingga
pertandingan akan menjadi lebih menarik karena meningkatnya jumlah reli
dan pada akhirnya penonton mau berduyun-duyun ke tempat-tempat
pertandingan bola voli. Bolavoli adalah permainan. Permainan adalah
sesuatu yang dapat dinikmati banyak pihak dan membuat hati gembira.
Kekalahan atau kemenangan adalah sesuatu yang biasa dalam sebuah
permainan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana menempatkan sebuah
permainan bolavoli sebagai seni yang dapat dimanfaatkan sebagai wahana
hiburan, promosi dan juga prestasi.” ( Hernawan ‘Glemboh’ @ 2008 )
Jump Serve ( Jumping Servis )
Jump Serve adalah salah satu
istilah tehnik memulai permainan bola voli dengan melakukan lompatan.
Ada bermacam-macam gaya atau cara yang bisa digunakan untuk melakukan
jenis serve yang satu ini. Nilai seni dari tehnik seperti ini adalah
bagaimana menggabungkan tekanan, kekuatan dan feeling pemain terhadap
bola yang digunakan dalam permainan.
Istilah dan kategori yang digunakan penulis adalah :
Full Spin / putaran penuh
Tehnik ini adalah tehnik serve /
gaya memutar bola ke arah depan dengan harapan setelah bola melewati
net, bola spin ( berputar ) itu secepatnya menghujam ke tanah. Kesulitan
melakukan tehnik ini adalah bagaimanan mengatur titik ketinggian dan
kecepatan spin bola.
Half Spin / irisan
Lebih populer dengan istilah
tehnik mengiris bola. Yaitu jenis jump serve dengan mengupayakan
perputaran bola ke arah samping kanan maupun samping kiri. Seorang
pemain harus memiliki feeling yang baik untuk menentukan arah putaran
bola dan lokasi target bola agar tetap berada didalam wilayah lawan.
Kesulitannya adalah memperkirakan kekuatan spin tangan terhadap arah
bola.
Jump Flute / bola bergoyang
Merupakan jenis serve yang
mengandalkan hentakan power pada kekuatan telapak tangan dibantu sedikit
kekuatan lompatan. Bola dibuat bergerak tak beraturan agar menyulitkan
si penerima serve. Hal ini berhubungan dengan hukum fisika. Karena
setiap bola yang digunakan untuk permainan bolavoli menggunakan udara
dan karet sebagai penampungnya sehingga bola memiliki sifat elastis.
Tekanan yang diberikan secara
tiba-tiba pada salah satu sisi permukaan bola, akan membuat bola
tersebut mempunyai tenaga dorong. Akibat tekanan itu, udara didalam bola
menjadi tidak sama disetiap sisinya, sisi bola yang terkena pukulan
akan memberikan sebuah tekanan disisi yang lainnya. Karena bentuk bola
itu bulat, tekanan disisi lainnya itu dipantulkan lagi kesisi yang lain
lagi dan demikian seterusnya. Efek pantulan ini membuat tekanan udara
didalam bola menjadi saling mendorong pada arah yang tidak beraturan.
Arah pantulan udara didalam bola pun bisa kesamping
kanan-kiri-atas-bawah. Sebagai pemain harus paham dengan tehnik ini,
arah bola ditentukan pada sudut permukaan bola yang dipukul. Pada
umumnya besarnya tekanan dan arah bola dilakukan sesuai dengan feeling
ball dan pengalaman si pemain.
Kesulitan melakukan tehnik ini
adalah bagaimana mengatur ketinggian bola saat akan dipukul dan
menghitung berapa kekuatan tangan yang dibutuhkan.
Full Power
Tehnik ini sama saja dengan
melakukan smash, namun dilakukan dari jarak 9 meter sesuai dengan
panjang lapangan terhadap net. Penguasaan tehnik ini lebih ditekankan
pada feeling dan pengalaman pemain. Tehnik ini merupakan gabungan dari
tehnik full spin, half spin dan jump flute. Karena pada umumnya si
pemain yang menggunakan tehnik ini harus merupakan pemain yang sudah
berpengalaman, memiliki power yang bagus dan feeling ball yang memadai.
Seseorang yang memiliki power bagus bisa saja melakukan tehnik ini,
namun tidak semua serve nya akan berhasil sempurna.
Seni dan kesulitan tehnik ini
adalah bagaimana memadukan power yang besar mengenai sisi permukaan bola
yang dipukul. Tehnik jump serve berkembang seiring dengan tingkat
penguasaan tehnik permainan seorang pemain.
Bagi pemain yang sudah
berpengalaman, bisa saja melakukan beberapa variasi tehnik lainnya. Hal
utama dalam melakukan serve adalah bagaimana memulai permainan sebagai
sebuah serangan yang akan menyulitkan lawan. Terlebih lagi sistem
permainan bola voli yang menggunakan rally point, menuntut tingkat
konsentrasi tinggi dan seminimal mungkin kesalahan yang berakibat untuk lawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar